What I Want For My Birthday…

I remember last year about four weeks before February 14th,  you asked me what did i want for my birthday. To be quite honest,  you’re the first man ever who asked me such question.

I said I didn’t want anything. I said I’m not the type of girl who would expect a present from a man. In fact I don’t like it when a man gave me something. 

And you laughed and said that the last time you bought me a cake, I ate them all by myself. So how could I say I want nothing for my birthday?

To which I replied… “Really… I don’t want anything from you especially if it will cost you a lot. Give me something later when we’re officially together…”

If you asked me now, what do I want for my birthday, i will simply say “I want you to be braver, to have a bigger heart and not running away… I want you to stay…”

It’s  not that I consider you as a man with no bravery, in fact you were the bravest man I’ve ever knew, you’ve come that far by melting my cold heart and you’re the first man who could do that. 

It’s just that sometimes I could be so unlovable. On those days when I was hard to be loved,  I need you to be braver. I need you to have a bigger heart. I need you to stay… 

Is it too much to ask? I guess so… 

Now it’s too late because i knew you wouldn’t bother to ask me such question. I am quite sure you wouldn’t even remember that today is my birthday.

(Magelang, February 14 2018, 23.45 wib)

Advertisements

Rambling Thoughts (On Love) 1

Once upon a time, he was so sure that he fell in love oh so deeply. It made me surprise, curious and feeling weird at the same time… how could someone fall in love that easy?

But all of a sudden, because of some reasons he decided that he was no longer in love. In fact, he was so sure (again) that he has fall out love. 

It doesn’t make any sense for me. Not at all. 

And i couldn’t help but questioning… what kind of love could change a man’s mind and heart so quickly?

Or does love always act that way? Has love always been that shallow? Easy to come… Easy to go?

If yes, then i don’t want to love and to be loved again. Never again. Not with that kind of ‘love’.

(Magelang, 26 January 2018. 08.35 wib)

Pahit Yang Menular

“Hidupku pahit ya?” ucapmu getir waktu itu. Bertanya sekaligus memberi tahu.

Aku hanya bisa diam. Saat itu, dengan berbagai pertimbangan aku ingin agar kau melepasku. Sebelum semua terlambat, sebelum kita sama-sama terjatuh lebih dalam lagi.

Namun lantas kau bilang, dalam hidupmu yang pahit dan ‘begitu-begitu saja’ itu, kau membutuhkan orang sepertiku untuk membantumu ‘menata’ hidup.

Tersanjung aku dibuatnya. Dan tiba-tiba saja aku ingin menjadi bagian dari hidup pahitmu itu. Tiba-tiba saja aku merasa keberadaanku begitu ‘bermakna’.

Haha!

Continue reading “Pahit Yang Menular”

Dialog Dengan Embun

Lepas subuh aku berjalan sendirian menyusuri jalanan beraspal yang terasa dingin dan sepi untuk menemui embun.

Sampai di ujung desa dimana hamparan padi menyambutku dengan bau khasnya, aku berjongkok dan kubisikkan pertanyaan pada embun, “Apa yang membuat cinta marah? Bagaimana agar membuat cinta tak marah lagi?”

Embun mengernyitkan dahi, “Dia masih marah?”, bisiknya setengah tak percaya. Aku mengangguk pelan. “Marah… dan bahkan tak peduli” tambahku ragu.

“Kamu sudah minta maaf?” tanya embun menyelidik. Aku menggangguk, “Berkali-kali bahkan…”jawabku pendek. Hawa kesedihan segera menyergapku.

Embun mendengus kesal, “Kalau begitu… Biarkan saja dia. Biarkan dia pergi dengan kemarahannya” ucapnya dengan nada kesal. Warnanya yang bening mendadak mengeruh.

Continue reading “Dialog Dengan Embun”

Anak Kecil Mengeja C-i-n-t-a

Memangnya apa yang kau harapkan dari mencintai anak kecil yang sedang belajar mengeja cinta?

Mengeja A, B, C, dan D saja dia masih terbata, apalagi mengeja c-i-n-t-a

Kau berharap anak kecil itu segera paham mau dan inginmu, tapi jangankan itu… Keinginannya sendiri saja dia seringkali tak paham

Kau berharap anak kecil itu segera tunduk dan menuruti permintaanmu, ah… Apa kau lupa anak seusia itu maunya dituruti? Tapi kau justru menuntut dia lah yang harus menurutimu. Dengan deadline pula!

Apa mau dikata, apa kau tidak lihat… dia hanyalah anak kecil. Dia baru saja belajar mengeja cinta. Dan kau lah yang memperkenalkan cinta itu di hadapan muka polosnya. Dia belum paham semua aturan mainnya.

Continue reading “Anak Kecil Mengeja C-i-n-t-a”